Beranda › Blog › Panduan keputusan

Due Diligence Subcontractor Digital Agency sebelum Kontrak

Maxim Digital · 2026-09-23 · Panduan keputusan komersial

Minta agency menjelaskan pekerjaan yang dialihkan, identitas atau kategori pihak, akses data dan akun, lokasi kerja, standar keamanan, quality control, tanggung jawab insiden, serta prosedur pergantian subcontractor. Risiko utama yang perlu diuji adalah: Buyer mengira pekerjaan dilakukan tim inti padahal akses dan deliverable melewati pihak yang tidak dinilai saat procurement. Karena itu, evaluasi harus menghubungkan kewenangan, bukti sumber, acceptance criteria, dan jalur pemulihan dalam satu decision log.

Risiko dalam due diligence subcontractor digital agency

Buyer mengira pekerjaan dilakukan tim inti padahal akses dan deliverable melewati pihak yang tidak dinilai saat procurement. Risiko tersebut perlu diterjemahkan menjadi skenario uji, bukan hanya pernyataan umum di proposal.

Bukti penerimaan due diligence subcontractor digital agency

RACI, scope outsourced, role akun, confidentiality terms, data flow, approval perubahan pihak, bukti review kualitas, incident contact, dan exit procedure.

Prinsip verifikasi: ambil bukti dari sistem sumber, catat waktu pemeriksaan, dan hindari screenshot tanpa konteks akun, objek, atau versi.

Kerangka keputusan untuk due diligence subcontractor digital agency

1. Tetapkan scope dan owner

Nyatakan aset, campaign, workflow, halaman, atau periode yang masuk evaluasi. Beri satu owner keputusan dan satu pelaksana; jangan gunakan label “tim” jika kewenangannya belum jelas.

2. Bedakan pass, conditional pass, dan fail

Terima model subcontracting bila tanggung jawab agency tetap jelas, akses minimum diterapkan, dan perubahan material membutuhkan pemberitahuan. Conditional pass harus mempunyai batas waktu, guardrail, dan bukti tambahan yang diminta.

3. Siapkan jalur aman

Batasi pihak luar pada deliverable tanpa akses production sampai due diligence selesai. Jalur alternatif mencegah tekanan jadwal mengubah asumsi menjadi fakta.

Checklist handover due diligence subcontractor digital agency

  1. Scope objek dan tujuan bisnis ditulis secara spesifik.
  2. Owner internal, operator vendor, reviewer, dan approver tercatat.
  3. Bukti sumber tersedia: RACI, scope outsourced, role akun, confidentiality terms, data flow, approval perubahan pihak, bukti review kualitas, incident contact, dan exit procedure.
  4. Skenario normal, gagal, perubahan, dan rollback diuji.
  5. Hasil diberi status pass, conditional pass, atau fail beserta alasan.
  6. Akses vendor mengikuti kebutuhan minimum dan dapat dicabut.
  7. Perubahan setelah sign-off masuk decision log, bukan disepakati lisan.
  8. Tanggal review berikutnya dan pemilik monitoring ditetapkan.

Pertanyaan vendor tentang due diligence subcontractor digital agency

Batasan evaluasi due diligence subcontractor digital agency

Checklist ini bukan nasihat hukum; kontrak, privasi, perpajakan, dan ketenagakerjaan perlu ditinjau tenaga ahli terkait. Kerangka ini tidak menjanjikan ranking, traffic, lead, penjualan, atau efisiensi tertentu. Keputusan akhir harus memakai konfigurasi akun, kontrak, data bisnis, dan risiko aktual.

Konteks layanan untuk due diligence subcontractor digital agency

Lihat layanan Maxim Digital yang relevan untuk memahami scope komersial. Sebagai konteks pendamping, baca Checklist Disclosure Subkontraktor Jasa SEO sebelum Kontrak; panduan tersebut menjawab keputusan berbeda sehingga tidak menggantikan checklist pada halaman ini.

Diskusikan scope dan acceptance criteria via WhatsApp